Sebagian Masjid di Malang Tetap Gelar Sholat Jumat Berjamaah Meski Jaga Jarak

  • Whatsapp

Kota Malang, Akuratnews.com – Di tengah terjangan virus Corona yang tak kunjung reda, beberapa masjid di Kota Malang masih memberikan kesempatan masyarakat untuk menunaikan sholat jumat berjamaah meskipun banyak hal berbeda dari biasanya.

Mulai dari disediakanya bilik sterilisasi sebelum memasuki ruang masjid dan cairan disinfektan di setiap sudut ruangan.

Saat sholat pun terlihat berbeda posisi soft yang biasanya rapat, kali ini terpaksa harus berjauhan maklum hal ini dilakukan demi menghambat penularan virus Corona.

Taufik salah satu jamaah Sholat di Masjid Sabilillah mengatakan proses dzikir yang terbilang lebih cepat dari biasanya, hal tersebut dinilai lumrah oleh jemaah sholat jumat mengingat kondisi penyebaran virus Corona seperti saat ini.”

“Kami masih bersyukur saat ini masih bisa menjalankan sholat jumat meskipun tidak maksimal seperti sebelum ada virus Covid 19.” tambahnya

Meski demikian kami juga tetap memperhatikan himbauan dari pemerintah untuk selalu mengenakan masker dan tidak bersalaman usai menunaikan sholat.” tandasnya

Sekedar informasi beberapa waktu lalu Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam Sholeh mengatakan pria muslim yang menggugurkan kewajiban salat Jumat tiga kali berturut-turut di kala pandemi virus corona (Covid-19) tak lantas digolongkan kafir jika muslim bersangkutan menggantinya dengan melaksanakan salat zuhur di rumah.

Pria muslim yang tidak salat Jumat untuk menghindari wabah penyakit itu mengalami udzhur syar’i atau segala halangan sesuai kaidah syariat Islam yang menyebabkan seseorang boleh untuk tidak melakukan kewajiban atau boleh menggantikan kewajiban itu dengan kewajiban lain.

“Menurut pandangan para ulama fikih (ilmu hukum agama) udzhur syar’i untuk tidak salat Jumat antara lain karena sakit atau karena khawatir mendapatkan sakit. Nah, dalam kondisi ketika berkumpul dan berkerumun itu diduga kuat akan terkena wabah atau menularkan penyakit, maka itu menjadi udzhur untuk tidak Jumatan (salat Jumat),” demikian keterangan Asrorun, Kamis (2/4/2020) malam seperti dikutip dari Antara.” (Rmn)

Pos terkait