oleh

Melawan Petugas Dengan Pisau Penghabisan, Bandar Sabu Ditembak Mati Polisi Surabaya

Surabaya, Akuratnews.com – Satreskoba Polrestabes Surabaya tembak mati, M. Ismail alias Roni (33), seorang bandar narkoba asal Bangkalan Madura, pada Kamis (12/3/20) siang, di Sidoarjo.

Roni harus menerima 3 tembakan di dadanya, karena berusaha melawan petugas saat ditangkap.

Sebelum menangkap Roni, polisi lebih dulu menangkap Fauzen (23) yang saat itu sedang berboncengan dengan Romadhoni (24) di Jalan Lebak Jaya Gg. 3.

“Saat menangkap keduanya, ditemukan 1 bungkus plastik sabu seberat 25 gram dan dua buah Hp,” beber Kasatreskoba Polrestabes Surabaya, AKBP Memo Ardian, saat ditemui di Kamar Jenazah RSUD dr. Soetomo, Jumat (13/3/20).

“Saat dikembangkan, anggota kami mendapatkan petunjuk dari Hp milik Fauzen, dan didapatkan nama Nur, yang kami curigai sebagai bandar besar,” tambah Memo.

Saat disergap di Jl. Gresikan 1, Nur sempat mencoba melarikan diri, hingga petugas menghadiahi timah panas di kaki kanannya. Dari tangan Nur, didapati barang bukti 500 gram.

Lebih lanjut, Memo mangatakan setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif, akhirnya Nur mengaku bahwa barang tersebut milik Roni. Berdasarkan ‘nyanyian’ Nur itulah, polisi memburu Roni, di kosnya di daerah Sukodirono II, Suko – Sidoarjo.

 

“Saat ditangkap dan akan digelandang petugas, Roni melawan dengan pisau penghabisan. Sehingga petugas terpaksa melakukan tindakan tegas terukur. Namun saat akan dibawa ke Rumah Sakit, nyawanya tidak tertolong,” pungkas Memo.

 

Sebelum ditembak, polisi sempat melakukan introgasi terhadap Roni dan didapatkan nama Ibnu Mayis, yang berperan sebagai sebagai pengedar. Dari penggeledahan terhadap Ibnu Mayis, didapati barang bukti 7 poket sabu seberat 300gram.

 

Senada dengan tersangka lain, Ibnu Mayis mengaku bahwa barang tersebut milik Roni.

Dari kelompok Roni terebut, Satreskoba Polrestabes Surabaya mengamankan 1,5 Kg sabu, serta pisau penghabisan. (Moris)

Komentar

News Feed