Hattrick! Dalam Tiga Bulan Satreskoba Polrestabes Surabaya Kirim Dua Bandar dan Satu Kurir Ke Akhirat

  • Whatsapp

Surabaya, Akuratnews.com – Dalam tiga bulan pertama di tahun 2020, Satreskoba Polrestabes Surabaya telah 3 kali (Hattrick) menembak mati Bandar dan kurir Narkoba.

Pada awal tahun 2020 yakni Rabu (01/01/20) malam Unit Idik II Satreskoba Polrestabes Surabaya menembak mati Rizal Wahyu Putra (28) yang merupakan kurir narkoba jaringan Aceh.

Saat ditangkap, warga Petemon Kuburan Surabaya ini, sedang membawa 950 butir ineks, serta 1,525 Kg sabu. Ia juga berperan sebagai penjaga gudang penyimpanan narkoba di daerah Jabon, Porong Sidoarjo.

Namun karena saat penangkapan Rizal berusaha melawan petugas dengan senjata tajam, maka ia harus menerima 2 tembakan di dadanya.

Satu bulan kemudian, tepat dihari Valentine, Jumat (14/02/20) malam, Satreskoba Polrestabes Surabaya yang dipimpin langsung oleh Kasatreskoba, AKBP Memo Ardian, melakukan penyergapan terhadap Mustofa Ali Al Faris, di wilayah Jambangan Surabaya.

Pria asal Pasuruan tersebut,merupakan tangan kanan bandar besar yang masih mendekam di salah satu Lapas di Jawa Timur. Dia dipercaya untuk mengatur pengiriman dan peredaran sabu dari Malaysia hingga ke Surabaya dan Madura.

Karena tidak koopertif, akhirnya anggota Satreskoba Polrestabes Surabaya, harus kembali mengambil tindakan tegas terukur.

Dalam pengungkapan ini, polisi berhasil mengamankan 1 Kg sabu, dan 1000 butir ineks.

Terbaru, pada Kamis (12/03/20) siang, AKBP Memo Ardian dan anggotanya kembali menghentikan langkah bandar narkoba, dalam peredaran barang haram tersebut.

Kali ini M. Ismail alias Roni (33), residivis bandar narkoba yang baru 9 bulan keluar dari penjara, dan kembali menjalankan profesi sebagai bandar sabu.

Sebelum menangkap Roni yang melakukan perlawanan dengan pisau penghabisan tersebut, unit II Satreskoba menangkap Fauzen (23), Romadhoni (24), serta Nur (41) yang mendapat hadiah timah panas petugas di kakinya karena mencoba melarikan diri saat disergap.

Dari ketiga pengungkapan tersebut, Satreskoba Polrestabes Surabaya, berhasil mengamankan barang bukti sekitar 1.950 butir ineks, dan 4,525 Kg sabu.

Sebenarnya pada Desember 2019 lalu, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho menyampaikan, bahwa ia berharap tidak ada lagi anggotanya yang mengambil tindakan tegas terukur.

Namun, jika saat penangkapan tersangka tidak kooperatif dan membahayakan jiwa anggotanya, maka ia memerintahkan untuk langsung tembak mati di tempat.

“Ada beberapa alasan sehingga pihak kepolisian melakukan tindakan tegas terukur, yakni jika tersangka melawan saat akan ditangkap dan membahayakan nyawa anggota, serta masyarakat,” terang Sandi

“Saya tidak ingin nyawa anggota saya dan masyarakat lain terancam, untuk itu jika pelaku tidak kooperatif, saya perintahkan untuk tembak mati di tempat,” tegas Sandi. (Moris)

Pos terkait