oleh

Difitnah Tanpa Bukti, Satreskoba Polrestabes Surabaya akan Tempuh Jalur Hukum

Surabaya, Akuratnews.com –  Gencar melakukan pengungkapan Narkotika dengan jumlah besar dan melakukan tindakan tegas terhadap bandar, Satreskoba Polrestabes Surabaya diguncang berita negatif.

Dalam berita yang menyebut adanya dugaan pemerasan senilar Rp 2 miliar terhadap S salah satu terduga tersangka Narkoba yang diamankan di kawasan Sukomanunggal.

Kasat Reskoba Polrestabes Surabaya, AKBP Memo Ardian saat dikonfirmasi perihal kabar tersebut membantah keras, dan menyatakan bahwa berita tersebut adalah fitnah.

” Kami sudah menyatakan perang terhadap narkoba, dan hal itu kami buktikan dengan pengungkapan terhadap tersangka yang bermain di Surabaya,” terang Memo.

Memo menjelaskan, bahwa dirinya sudah memprediksi akan adanya oknum yang berusaha menggoyang kesatuannya dengan berita bohong, setelah beberapa jaringan Narkoba nasional dan internasional dibongkarnya.

“Kami sudah memprediksi hal ini, dengan melemparkan isu negatif setelah jaringan Narkoba di Surabaya dapat kami bongkar,” tambah Memo.

Disinggung langkah atas berita yang dibantahnya, Memo menegaskan akan mengambil langkah hukum.” Awalnya kami memang memilih untuk tidak menanggapi, namun berita tersebut semakin liar tanpa dapat menunjukan bukti-bukti,” paparnya lebih lanjut.

“Kami tegaskan, bahwa berita itu tidak benar dan mengarah ke fitnah, saat kami sedang mengumpulkan bukti-bukti untuk mengambil langkah hukum dan biar pengadilan yang memutuskan,” ungkapnya.

Selain membantah adanya permintaan uang dengan jumlah cukup besar, Memo juga menyatakan penangkapan terhadap S dan H di Kawasan Sukomanunggal seperti yang diberitakan tidak ada.” Selama ini kami tidak pernah menangkap S dan H di Sukomanunggal,”  ujarnya.

Disinggung terkait pemblokiran nomor ponsel seorang wartawan yang diduga atas ketidak sukaannya atas pemberitaan tersebu , Memo mengaku banyak memblokir nomor yang  tidak kenal untuk menghindari mafia kasus (markus) untuk suatu kasus narkoba.

“Memang nomor yang tidak saya kenal, pasti saya blokir mas, karena menghindari markus (mafia kasus). Kalau rekan-rekan Pokja di Polrestabes saya tahu karena Humas sudah memberikan nomor mereka ke saya,” pungkasnya.  (Rofik)

Komentar

News Feed