oleh

Batasi Tamu Luar Desa Selorejo Terapkan PSBB

Kabupaten Malang-Akuratnews.com

Usai salah satu warganya dinyatakan positif terpapar virus Corona. Kepala Desa Selorejo Kecamatan Dau Kabupaten Malang mengambil langkah cepat dengan Melakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) lokal di Wilayahnya.

“Malam ini kami akan menggelar rapat khusus bersama aparat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, BPBD dan seluruh elemen yang terkait untuk memastikan PSBB nanti berjalan lancar.” kata Bambang Soponyono¬† ditemui akuratnews.com di kediamanya, Jum’at (1/4/2020).

“Mulai Senin ini PSBB lokal akan kami laksanakan.” tegasnya

“Seluruh jalan alternatif menuju desa Selorejo akan ditutup, akses keluar-masuk akan kami pusatkan di pintu gerbang utama yaitu arah utara yang berbatasan dengan desa Tegal Weru Dau Kabupaten Malang.” paparnya

“Namun sebelum masuk Desa Selorejo akan ada pemeriksaan yang cukup panjang mulai dari pemeriksaan KTP cek Suhu dan wajib memiliki hand sanitizer, memakai masker dan sarung tangan.” tambahnya

Ia berpesan selama 14 hari ke depan bagi tamu yang tidak memiliki kepentingan lebih baik kembali. Sedangkan untuk warga Desa Selorejo yang sedang panen dan ingin berjualan harap dilakukan pertemuan diluar desa Selorejo.

“tentu saja saat masuk kembali mereka akan periksa dan harus mencuci tangan, test suhu badan, serta menunjukkan identintas.” terangnya

“Kebijakan ini kami ambil sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan juga bentuk dukungan¬† terhadap kebijakan yang diambil oleh tiga Kepala Daerah di Malang raya.” katanya

Untuk Diketahui Warga yang terpapar Covid-19 berjenis kelamin wanita berinisial (S) usia 62 tahun, berasal dari Dusun Krajan Desa Selorejo Kecamatan Dau Kabupaten Malang, dan mempunyai riwayat penyakit gula darah dan darah tinggi.

Ia hidup berdua dengan suami dengan membuka toko dirumahnya, sedangkan sang suami berdagang burung di pasar burung yang ada di Kota Malang.

Sekitar 6 hari yang lalu sudah dilakukan tes di laboratorium RSSA, saat itu pula (S) sudah melakukan isolasi mandiri. Toko yang sedia kala buka pun langsung ditutup. Dan sudah tidak menjalin kontak fisik dengan siapa pun sambil menunggu hasil laboratorium.

Hasil Lab (S) baru diketahui Kamis, (30/4/2020) dan dinyatakan positif terpapar Covid-19. Seketika itu pemerintah Desa langsung bergerak melokalisir penjagaan, mengadakan isolasi mandiri kepada pasien dan melakukan upaya sosialisasi kepada pihak keluarga pasien serta masyarakat sekitar.

“Terkait penanganan pasien terpapar Covid-19 yang kami lakukan isolasi mandiri dirumahnya, pemerintah Desa Selorejo akan memberikan memberikan bantuan sembako, makanan jadi bahkan membantu menggarap kebunnya.

“Kami juga sosialisasikan kepada keluarga atau warga sekitar agar tidak mengucilkan korban.” tandasnya. (Rmn-faa)

Komentar

News Feed